Hitam, sendiri adalah waktu yang tepat untuk merenung, untuk mgningat ingat apa saja yang telah aku lakukan kemarin. everything.... yang merasa perlu di perbaiki dan apa saja yang menjadi sesal saat ini.
satu ungkapan ini bukan lah hal yang berarti, aku hanya mencoba untuk mengeluarkan isi hati apa yang aku rasakan saat ini, bukan untuk memperdalam kesedihan ini, namun aku mencoba untuk melepaskan perlahan dan iklas. karna bukan hal yang mudah bercerita pada seseorang yang mungkin saja sangat dekat dengan ku. entah keluarga, mama dan yang mungkin saat ini masih menganggapku sebagai pasangannya.
yaaa....
mereka selalu ada,
setiap hari, setiap aku buka kedua mata ku,
yang selalu berusaha membuatku menjadi lebih baik,
menjadikanku sebagai orang yang berpendidikan
menjadikan aku sebagai orang yang nantinya bisa mandiri sendiri
dan memenuhi semua kebutuhan ku,
dan mengatur semuanya
wajar mungkin ,, semua orang tua ingin anak nya menjadi sukses dan menjadi harapan orang tua,
Dan, kamu yang telah lama aku kenal,
bertemu dengan kamu saat itu mungkin tidak pernah direncanakan sebelumnya,
tanpa ada rasa saling tertarik, namun seiring berjalannya waktu aku menemukan sosok seorang laki-laki yang aku harapkan bisa membimbingku dan ada di kamu. sampai akhirnya kita 2 tahun bersama-sama, bukan waktu yang sedikit tentunya, apa lagi perbedaan umur kita yang hampir 10 tahun, masalah apapun udah pernah kita rasain dan lewati bersama, tapi hanya satu yang jadi sesalku, karna kita belum pernah menyelesaikan masalah dengan solusi yang akan membuat hubungan ini menjadi lebih baik. mungkin untuk kata 'Maaf aja gak cukup yaa, karna harus ada solusi yang harus kita sepakati bersama-sama bukan sepihak.
gimanapun, kata-kata yang pernah aku ucapkan aku tetap sayang kamu.
dan disaat ini aku bener2 bingung, ketika aku ngerasa bahwa gak ada orang yang pantes dan aku percaya untuk dengerin semua cerita aku, kamu dan mereka ada. tapi aku ngerasa kalian bukan orang yang tepat untuk aku mengadu dan menceritakan semuanya. terkadang ada beberapa hal yang membuat aku berfikir lebih baik aku gak cerita sama sekali, dibandingkan aku menerima komentar yang subektif.
noo... bukan itu yang aku butuhin.
aku cuma butuh orang yang mau dengerin aku saat ini, buat aku merasa tenang, dan membuat aku untuk fight lagi, bangun lagi saat ini.
dan setiap kali ingin menahan tangis rasanya mata ini gak sanggup untuk menahannya,
rasanya ingin kembali ke masa lalu bersama ayah, atau tidak sama sekali dilahirkan dari sini.
but, itu bukan masalahnya.
Aku ngerasa mungki aku hanya perlu bersyukur, dan mensyukuri anugerah yang telah Allah kasih hingga detik ini, bukan berarti hidup adalah kesedihan, senang ataupun sedih adalah pilihan. namun perasaan tidak akan pernah bisa ditolak setiap orang.
Aku sayang diriku, aku sayang semua bagian dari tubuhku
walaupun saat ini aku gak pernah tau kondisi nya gimana,
aku sayang mama
aku sayang kamu
tapi semuanya belum bisa sedekat memeluknya,
kadang aku hanya perlu tidur untuk melupakan semua masalah ini, dan tidur
aku gak tau lagi harus gimana,
Aku gak pengen menyalahkan kalian,
aku gak pengen untuk menghakimi seseorang, dan menyatakan kesalahan orang lain.
bagaimanapun ini hidup ku, aku terlibat dan aku yang menentukan.
apapun yang akan kalian lakukan kepadaku aku tetap sayang kalian, meskipun sampai saat ini aku belum tahu bagaimana aku bisa membuat kalian Bahagia bersamaan :( bahkan kebahagiaan kalian mungkin lebih penting dari kebahagiaan ku